Alat tangkap krendet merupakan suatu alat yang digunakan untuk menangkap Lobster di laut, krendet sendiri termasuk dalam klasifikasi traps atau perangkap. Untuk tahu lebih lanjut silahkan KLIK DISINI
![]() |
| ga tau lagi ngapain |
Awal mula aku mencari nelayan yang bisa kuajak kerja sama
untuk melakukan penelitian ini di sekitar Pelabuhan Tamperan. Memang aku sudah
pernah melakukan survey sebelumnya, sekitar bulan November tahun 2018.
Sedangkan penelitian ini aku laksanakan sekitar akhir bulan Februari hingga
April 2019. Namun, kenyataan tidak berpihak kepadaku. Hasil surveyku dulu
sia-sia. Nelayan yang waktu itu kurasa bisa kuajak kerja sama, ternyata tidak
dapat melakukan itu. Pupus sudah harapanku... Sekitar tanggal 29 Februari 2019
aku melakukan survey (lagi), tujuannya untuk mencari nelayan. Beberapa kali
mendapat penolakan, hingga pada akhirnya aku bertemu nelayan yang pas. Namanya
Pak Sikus, sudah punya 3 cucu kalau tidak salah. Aku mendapat pinjaman 12
krendet darinya, yang kemudian krendet itu aku lakukan modifikasi warna jaring
dengan di beri pewarna nylon. Seharusnya aku memakai pewarna jaring, tapi waktu
itu aku belum kepikiran sampai situ dan hanya memakai pewarna nylon saja.
Sayangnya pak Sikus tidak bisa melakukan operasi penangkapan
bersamaku. "Tidak ada umpan" begitu kata beliau. Selang beberapa hari
aku pergi ke daerah Watukarung, perjalanan 30 menit dari penginapanku di rumah
Budhenya Leni. Disana aku diarahkan oleh orang-orang di Tempat Pelelangan Ikan
(TPI) Watukarung untuk bertemu pak Rari. Pak Rari ini nelayan krendet yang
biasa melakukan setting (pemasangan alat tangkap di laut) dengan cara menyelam.
Dengan alasan yang sama, Pak Rari tidak dapat kuajak untuk mencari Lobster.
Kemudian aku disarankan untuk bertemu dengan Pak Sunari di daerah Tawang.
Sekitar 30 menit perjalanan. "Kamu bertemu dengan orang yang tepat"
begitu kata beliau. Senang rasanya, akhirnya aku bisa melakukan penelitianku
bersama dengan Pak Sunari. Aku pun menginap di rumah Pak Sunari, disini aku
merasa seperti menemukan keluarga baru. Pak Sunari tidak melaut sendiri, beliau
biasa melaut bersama Pak Sis. Pak Sunari bertugas untuk melakukan setting alat
tangkap, sedangkan Pak Sis sebagai juru kemudi perahu.
Kami melakukan operasi penangkapan saat gelombang air laut
tidak terlalu tinggi dan cuaca mendukung. Untuk mengetahui hal itu kami
berpedoman pada website Magic Seaweed. Tapi meskipun kata nelayan gelombang air laut saat itu lagi bagus (tidak besar dan tidak juga kecil), tapi saat proses setting aku merasa gelombangnya tinggi banget. Perahu yang kami naiki hampir tidak bisa diam, mengikuti goyangan gelombang air laut. Bahkan dalam suatu kesempatan, perahu kami seperti mau dilempar dari laut, saking besarnya ombak. Memang sih, saat itu posisi kita berada di dekat tebing-tebing yang ada di laut, dan aku baru tahu kalau ternyata tebing itu merupakan pulau. Pulau yang sangat kecil, aku juga baru tahu saat cek lokasi kami di Google Earth.
"Lobster biasanya tinggal di perairan yang ekstrim" kata Pak Sunari. Pantas saja, lokasi kemarin nyeremin banget, tapi asyik sih, aku justu menikmati operasi penangkapannya. Nah, untuk menarik perhatian Lobster tentunya dibutuhkan umpan, umpan yang digunakan
yaitu krunken. Mungkin suatu saat nanti aku bakal bahas mengenai umpan krunken, tapi di blog Toga Ikan aja yah..
| aku satu perahu dengan mereka |
Untuk operasi penangkapan, setting kami lakukan pada sore
hari sedangkan hauling (pengambilan alat tangkap dari laut) dilakukan pada
keesokan harinya, saat subuh. Nah seperti ini salah satu gambar hasil tangkapan
yang kami peroleh, sepertinya enak kalo di masak :)
| gendut bangettttt |
Aku sangat bersyukur mengambil topik penelitian tentang ini,
meskipun jalan yang kulalui tidak mudah, tapi pengalaman yang kudapat pun tidak
ternilai harganya. Tidak semua orang dapat merasakan apa yang kurasakan kala
itu. Karna tidak semua orang dapat merasakan asyiknya mencari Lobster di laut
bersama nelayan. Semoga ini bukan trip terakhirku, aku ketagihan mengikuti operasi penangkapan yang asyik seperti ini. Oh ya, terima kasih sudah membaca ceritaku ini.
Semoga kamu selalu di beri kelancaran atas apa yang sedang kamu usahakan.
Agar kamu tahu betapa serunya cari Lobster di Pantai Selatan, kamu dapat melihatnya melalui video operasi penangkapan Lobster yang dapat kamu
lihat di:
SINI bila ingin menonton
di YouTube; dan








0 komentar:
Posting Komentar